Gala Premier “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua” Hadir Meriah di Jakarta

 


Jakarta menjadi saksi kemeriahan gala premier film anak karya Anggi Frisca, Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua. Acara yang digelar secara eksklusif di bioskop ini dihadiri sederet pejabat negara, artis papan atas dan tokoh masyarakat, membawa malam penuh bintang di red carpet yang memukau.


Film ini melanjutkan kisah Tegar dari film sebelumnya, yang bertemu Maira, gadis 12 tahun asal Papua, dalam perjalanan menakjubkan mengangkat persahabatan, keberanian anak-anak, dan perjuangan masyarakat adat menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.


“Film ini bukan hanya tentang menyelamatkan hutan, tapi juga tentang menyelamatkan cara kita memandang hidup,” ujar Anggi Frisca, sutradara Teman Tegar: Maira. “Kami ingin menyederhanakan isu besar seperti krisis iklim menjadi cerita anak-anak yang hangat, jujur, dan membumi.”


Gala premier ini juga menampilkan pendekatan musikal unik, kolaborasi dengan masyarakat Papua, serta kehadiran pemeran utama M Aldifi Tegarajasa dan Elisabet Sisauta, yang membawa karakter Tegar dan Maira hidup di layar.


Acara malam ini menegaskan bahwa Teman Tegar: Maira bukan sekadar film, tetapi gerakan edukatif dan sosial yang lahir dari Bandung, tumbuh hingga Papua, dan kini siap menyapa penonton Indonesia.


Velix Wanggai, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, menegaskan pentingnya optimisme dalam pembangunan Papua.


"Bicara Papua bukan bicara ketertinggalan, tapi tentang peradaban Indonesia ke depan. Malam ini kami hadir untuk memberikan semangat baru bagi agenda pembangunan yang berkelanjutan, menghormati alam dan masyarakat adat."


Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta mengingatkan pentingnya pembangunan yang selaras dengan alam dan manusia. 


"Papua harus menjadi masa depan kita. Kita membangun Indonesia tanpa merusak alam, memastikan masyarakat Papua tetap terkoneksi secara mendalam dengan bangsa."


Sementara itu, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyoroti hubungan manusia dengan hutan dan budaya di Papua.


"Kisah Tegar, Maira, dan masyarakat adat sejalan dengan komitmen kementerian untuk percepatan pengakuan hutan adat. Target kami hingga 2029 adalah 1,4 juta hektar hutan adat yang diakui secara resmi. Film ini mengingatkan kita bahwa hutan bukan sekadar kayu atau bentang alam, tapi ekosistem yang menopang kehidupan dan generasi mendatang."


Gala premier Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua menegaskan bahwa film ini lebih dari sekadar hiburan. Ia merupakan gerakan edukatif dan sosial, mengangkat cerita lokal, pelestarian lingkungan, dan inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk peduli terhadap alam dan budaya.


Dari Inklusi ke Krisis Iklim


Jika film pertama yang diproduksi Aksa Bumi Langit berjudul Tegar berbicara tentang inklusi dan hak anak penyandang disabilitas, maka Maira memperluas semangat tersebut ke isu global yakni climate crisis dan ketahanan masyarakat adat. Film ini tidak memposisikan anak-anak sebagai korban, melainkan sebagai subjek yang punya suara, keberanian dan kemampuan untuk bertindak.


Produser film, dr. Chandra Sembiring, seorang dokter kemanusiaan yang telah bertugas dari satu bencana ke bencana lain, termasuk misi internasional di Afghanistan, menyebut film sebagai alat kampanye yang paling efektif dan berdaya ingat panjang.


“Di lapangan kemanusiaan, kita selalu bicara soal kampanye dan sosialisasi, tapi film punya keunggulan: ia masuk ke ingatan orang,” kata Chandra.


“Lewat satu film, kita bisa menjangkau jutaan orang dan menggerakkan empati dengan cara yang lebih manusiawi.”


Berangkat dari pengalaman panjangnya di wilayah konflik, bencana, hutan dan gunung-gunung, Chandra melihat bahwa masyarakat adat justru memiliki konsep resiliensi yang kuat, sesuatu yang sering terabaikan dalam narasi pembangunan modern.


“Kami ingin membangun ekosistem. Setiap film adalah alat edukasi, alat kampanye dan benih gerakan,” ucap Chandra.


Diproduksi Bersama Papua


Maira – Whisper from Papua tidak hanya mengambil lokasi di Papua, tetapi juga diciptakan bersama Papua. Sebanyak 70 persen kru adalah anak muda Papua, dan mayoritas pemeran merupakan masyarakat lokal yang menjalani pelatihan intensif selama empat bulan.


Film ini mengambil gambar langsung di kawasan pedalaman Papua, tempat hutan hujan tropis masih berdiri megah, dengan kehadiran burung cendrawasih, rangkong dan lanskap alam yang nyaris tak tersentuh. Seluruh proses produksi dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama masyarakat adat, kepala suku, dan seniman lokal.


“Kami tidak ingin Papua hanya jadi latar. Kami ingin ini menjadi karya bersama, dari Papua untuk hutan Indonesia,” tegas Anggi.


Musik sebagai Suara Alam


Keunikan Maira juga terletak pada pendekatan musikalnya. Film ini memadukan dongeng, musik, dan lanskap alam sebagai satu kesatuan narasi.


Penyanyi dan aktris asal Papua Joanita Chatarine memerankan karakter utama Maira, sekaligus memimpin pengembangan musik film. Bersama musisi lokal dan nasional, ia menciptakan komposisi orisinal yang menggabungkan ritme tradisional Papua dengan orkestrasi sinematik.


“Banyak anak di Papua yang mungkin tidak bisa membaca, tapi mereka tidak buta nada,” ujar Anggi.


“Musik menjadi bahasa universal yang menjembatani cerita, alam dan emosi.”


Jejak Prestasi Film Tegar di Panggung Internasional


Kesuksesan Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua tidak lahir dari ruang hampa. Film ini merupakan kelanjutan dari Tegar (2022), film anak karya Anggi Frisca yang telah menjelma menjadi fenomena sosial dan meraih pengakuan luas di tingkat nasional maupun internasional.


Sejak dirilis di Indonesia pada 24 November 2022, Tegar telah ditonton oleh lebih dari 1,7 juta pelajar dari jenjang SD hingga SMA di lebih dari 4.000 sekolah di seluruh Indonesia, serta menjadi bagian dari program edukasi karakter dan inklusi di berbagai daerah.


Di panggung internasional, Tegar membuktikan bahwa kisah lokal dengan nilai kemanusiaan universal mampu menembus batas geografis dan budaya. Film ini meraih berbagai penghargaan bergengsi di lebih dari 22 negara, antara lain:

* Golden Taiga Award, Rusia (2024) – Film Terbaik (Kategori Keluarga)

* Universal Kids Film Festival, Turki (2024) – Film Terbaik

* Golden Butterfly Awards, Iran (2023) – Film Internasional Terbaik & Aktor Terbaik (Pilihan Juri Anak)

* Bulbul Children Film Festival, India (2023) – Film Terbaik

* Children Care International Film Festival, Paris (2023) – Film Terbaik

* Chinese International Children’s Film Festival (2024) – Pemeran Anak Terbaik

* Hungarian Special Film Festival (2024) – Sutradara Terbaik & Aktor Terbaik

* Children’s Film Festival of Wales, Inggris (2024) – Nominasi Sutradara Terbaik & Aktor Terbaik


Pemeran utama Tegar, M Aldifi Tegarajasa, juga mencatat prestasi internasional dengan meraih penghargaan Aktor Terbaik di berbagai festival film anak di Iran, Rusia, Hungaria, dan negara lainnya, menjadikannya salah satu aktor anak Indonesia paling diakui di kancah global.


“Kesuksesan Tegar memberi kami keberanian untuk melangkah lebih jauh,” ujar Anggi Frisca.


“Lewat Maira, kami ingin memperluas percakapan, dari inklusi disabilitas ke isu krisis iklim dan hak masyarakat adat, tanpa kehilangan kejujuran dan keberpihakan pada anak-anak,” jelasnya.


Anggi menambahkan, “Saya menyebut diri saya petani film. Film ini adalah bibit yang kami tanam dengan puluhan tahun pengalaman, kegelisahan, dan cinta pada Indonesia,” ungkapnya.


Melanjutkan Semangat Tegar


Aktor muda M Aldifi Tegarajasa kembali memerankan karakter Tegar, tokoh yang sebelumnya meraih berbagai penghargaan internasional. Ia hadir sebagai sahabat setia Maira, membawa kehangatan, rasa ingin tahu dan perspektif baru tentang dunia di luar kota.


Seperti film pertamanya, Maira tetap mengusung prinsip “Nothing About Us Without Us”, dengan pendekatan produksi yang inklusif, beretika, dan berpihak pada komunitas.


Dengan biaya produksi mencapai Rp9,5 miliar, Teman Tegar: Maira menjadi langkah strategis Aksa Bumi Langit sebagai rumah produksi, bersama KUN Humanity sebagai mitra gerakan sosial.


Tentang Film


Judul: Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua

Genre: Film Anak, Petualangan, Musikal
Tema: Persahabatan, Hutan Adat, Krisis Iklim, Ketahanan Masyarakat Adat

Produksi: Aksa Bumi Langit

Mitra: KUN Humanity

Di tengah hutan Papua, dua anak dari latar belakang berbeda memulai perjalanan yang mengubah hidup mereka, berawal dari rasa ingin tahu terhadap burung cendrawasih, hingga keberanian untuk memperjuangkan hak hutan sebagai masa depan bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WAKTU MAGHRIB 2 PRODUKSI RAPI FILMS SIAP MENEROR LAYAR LEBAR MULAI 28 MEI 2025 MELIBATKAN PULUHAN ANAK YANG KERASUKAN HADIR LEBIH MENCEKAM

Film “Jodoh 3 Bujang” Merilis Official Trailer & Poster Membawa Kisah Komedi Keluarga yang Lucu dan Segar dari Makassar untuk Indonesia

Film Sore Istri dari Masa Depan Merilis Official Poster & Trailer