IKATAN DARAH, Karya Sidharta Tata yang bagai naik Roller Coaster di buat tegang dengan aksi laga yang luar biasa menampilkan bela diri pencak silat
Jakarta, 22 April 2026 -- Uwais Pictures menggelar Press Screening dan Press Conference
IKATAN DARAH A Film By Sidharta Tata
Berlokasi di Epicentrum XXI
Dihadiri oleh
1. Iko Uwais (Executive Produser)
2. Ryan Santoso (Produser)
3. Sidharta Tata (Sutradara)
4. Livi Ciananta
5. Derby Romero
6. Ismi Melinda
7. Teuku Rifnu Wikana
8. Dimas Anggara
9. Lydia Kandou
10. Abdurrahman Arif
11. Rahmat Ababil
Saksikan IKATAN DARAH Tayang 30 April 2026 di Bioskop.Film Ikatan Darah merupakan karya kedua dari Uwais Pictures, rumah produksi milik Iko Uwais yang fokus dengan film drama aksi. Sebelumnya, Uwais Pictures telah lebih dulu mengeluarkan film Timur (2025) yang juga dibintangi oleh Iko. Keseluruhan film mengandalkan koreografi aksi yang juara. Adegan perkelahian yang padat diambil oleh sinematografi yang pas tanpa mengurangi intensitas dan kenyamanan menonton. Tata juga menggunakan lokasi yang nyata di lingkungan padat penduduk demi cerita yang relate dengan banyak orang.
Tak terlalu menggunakan senjata api, pertarungannya terlihat bertenaga dan efektif dimana sebagian besar menggunakan tangan kosong. Ditambah pula dengan berbagai senjata tajam lainnya, seperti pisau, parang, gergaji rumput, dan senjata tajam lainnya. Iko mengatakan film tersebut tidak sekadar menampilkan adegan laga, tetapi juga mengangkat nilai budaya di balik seni bela diri tradisional Indonesia.
“Pencak silat itu sangat kaya. Setiap perguruan punya karakter berbeda. Bahkan dalam satu daerah saja bisa ada ratusan perguruan,” kata Iko. Ia menilai pencak silat memiliki keunikan dibandingkan bela diri lain karena tiap aliran memiliki ciri gerakan yang berbeda, meski sama-sama berada dalam satu payung silat.
Melalui rumah produksi Uwais Pictures, Iko menyebut ingin konsisten menghadirkan film aksi yang berakar pada budaya Indonesia. Film Ikatan Darah persembahan Uwais Pictures menampilkan adegan aksi laga brutal dan berdarah-darah. film ini akan menggambarkan rangkaian aksi laga yang bikin penonton tarik napas di layar besar. Dalam final trailernya, kita juga bisa melihat dengan lebih jelas gaya bertarung dari masing-masing anggota Geng Mafia Primbon. Misalnya, Boris (Abdurrahman Arif) yang sering ditunjukkan menggunakan senjata tajam seperti mesin pemotong rumput hingga parang. Macan (Rama) yang memiliki gaya bertarung khas pembunuh kejam dan menyakiti lawannya secara perlahan, hingga duel penuh emosional antara Mega (Livi Ciananta) dan Dini (Ismi Melinda) yang merupakan sahabat namun harus bertarung demi kepentingan masing-masing. Sutradara Sidharta Tata membuat berbagai koreografi aksi di film ini berjalan begitu dinamis dengan sinematografi yang semakin membuat penonton ikut berada di tengah pertarungan. Dikenal dengan judul-judul series action-nya yang banyak dicintai penonton Indonesia. Kini, untuk pertama kalinya, Sidharta Tata membuat film action layar lebarnya lewat Ikatan Darah, dengan produser eksekutif Iko Uwais. Sebagai penggemar The Raid, Tata sendiri mengaku bekerja sama dengan Iko Uwais adalah cita-citanya sejak ia menjadi sineas. Tata sudah sejak lama mendamba untuk menggarap film action. Di film Ikatan Darah lah Tata banyak belajar dari sang maestro laga Indonesia tersebut. Salah satu yang menarik adalah, di adegan fighting, ada kamera yang dilibatkan untuk ikut berantem. Elemen ini menjadi sesuatu yang baru untuk Tata. “Di sini yang menarik adalah kamera itu ikut berantem. Nah, itu yang belum pernah saya temukan sebenarnya. Bagaimana kemudian tradisinya Uwais Pictures itu adalah menciptakan semua elemen harus bekerja, bekerja untuk mendukung koreo fight itu menjadi nyata. Termasuk bagaimana kemudian camera works itu berjalan,” ujar sutradara film Ikatan Darah Sidharta Tata. “Wah, itu aku melihatnya gila ya. Pengalaman yang sangat menyenangkan.
Redaksi Media : Pakar Popcorn (Rahman)

Komentar
Posting Komentar