FILM WARUNG POCONG mengisahkan perjalanan tiga pemuda asal Jakarta, Kartono, Agus, dan Makmur, yang sedang menghadapi masalah finansial yang begitu berat.
Jakarta, 3 Maret 2026
Film Warung Pocong menghadirkan kisah horor komedi tentang perjalanan tiga pemuda yang tersesat dalam pahitnya kehidupan hingga terjebak dalam dunia persugihan yang penuh teror gaib.
Film ini diproduksi oleh Entelekey Media Indonesia dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 9 April 2026.
Cerita dalam Warung Pocong mengikuti perjalanan tiga pemuda asal Jakarta: Fajar Nugra sebagai Kartono, Sadana Agung sebagai Agus, dan Randhika Djamil sebagai Makmur.
Ketiganya sama-sama sedang terhimpit masalah hidup. Mulai dari lilitan utang, menjadi korban penipuan, hingga terjebak investasi bodong.
Sinopsis Warung Pocong
Di tengah kondisi putus asa, mereka menerima tawaran pekerjaan yang terdengar terlalu bagus untuk dilewatkan.
Seorang pria tua misterius bernama Kusno, yang diperankan Whani Darmawan, menawarkan pekerjaan sebagai penjaga warung dengan bayaran fantastis mencapai Rp 50 juta per bulan.
Tanpa banyak curiga, Kartono, Agus, dan Makmur menerima tawaran tersebut. Mereka kemudian dibawa ke sebuah desa terpencil bernama Lali Jiwo.
Sesampainya di desa itu, harapan hidup nyaman perlahan berubah menjadi mimpi buruk.
Tanpa banyak curiga, Kartono, Agus, dan Makmur menerima tawaran tersebut. Mereka kemudian dibawa ke sebuah desa terpencil bernama Lali Jiwo.
Sesampainya di desa itu, harapan hidup nyaman perlahan berubah menjadi mimpi buruk.
Berbagai kejanggalan mulai mereka rasakan sejak pertama tiba di Lali Jiwo. Teror gaib muncul silih berganti, termasuk kemunculan sosok pocong yang kerap menghantui malam-malam mereka.
Alih-alih mendapatkan kekayaan mendadak, ketiga pemuda itu justru terjebak dalam situasi yang mengancam nyawa sekaligus kewarasan mereka.
Film ini disutradarai oleh Bendolt dan diproduseri Eko Supriyanto. Skenarionya ditulis oleh Richyana bersama Evely Afnilia.
Warung Pocong juga menjadi proyek film perdana yang mempertemukan tiga komika—Fajar Nugra, Sadana Agung, dan Randhika Djamil—dalam satu layar lebar.
Interaksi mereka dipenuhi adu celetuk, tingkah konyol, serta humor khas komika yang kontras dengan suasana mencekam desa Lali Jiwo.
Selain para pemeran utama, film ini juga menghadirkan sejumlah aktor pendukung seperti Kiki Narendra, Shareefa Daanish, Teuku Rifnu Wikana, Julian Kunto, Arla Ailani, hingga Lala Choo yang turut memperkaya warna cerita.
Redaksi Media : Pakar Popcorn (Rahman)

Komentar
Posting Komentar