GALA PREMIERE "NIA": SUARA PILU ANAK MENGGEMA DI TENGAH DUKUNGAN PEJABAT DAN LINTAS KOMUNITAS
Jakarta, 24 November 2025 – Film, "NIA : HARUSKAH AKU MATI, AGAR AYAH
KEMBALI?" sukses menggelar
Mega Gala Premiere yang sangat emosional di XXI Epicentrum Walk, Kuningan
dengan 1506 penonton dan XXI Plaza
Senayan yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga
Minangkabau pimpinan Andre Rosiade dengan 1600 penonton. Acara
yang diselenggarakan dalam 3 sesi penayangan
di Epicentrum dan 1 sesi dengan 8 studio di Plaza Senayan ini
dihadiri banyak pejabat pemerintah, publik figur, komunitas, hingga aktivis.
Aditya
Gumay selaku salah satu produser film ini menyatakan, Film NIA bukan sekedar
tontonan tetapi Gerakan kebaikan bersama untuk membangun Rumah Tahfiz
Quran, pesantren dan gerakan sosial lainnya.
Kolaborasi karya hebat sutradara ternama yaitu Aditya Gumay dan Ronny Mepet serta Produser Eksekutif Nicki RV, Aditya Gumay dan Ruben Onsu memberikan nuansa berbeda pada garapan film ini. Selain itu, totalitas para cast memberikan kekuatan serta chemisry dalam film ini, berikut nama para cast di Film NIA : Syakira Humaira – Nia, Qya Ditra – Andri, Helsi Herlinda - Ibu Eli, Neno Warisman - Mande Ita, Zainal Chaniago - Ayah Asril, Eka Putri – Rini, Aisyah Zahira – Mayang, Machika Eva Luna - Ika , Ida Leman - Nenek Andri , Adi Danoe – Dadan, Syakhi Riez – Didi, Diza Refengga – Heri.
Dukungan VVIP:
Aksi Nyata Pemerintah
Acara
Special
Screening ini semakin diperkuat dengan kehadiran sosok
penting dalam Nobar sebelumnya: Menteri Kebudayaan RI, Bapak Fadli Zon, dan Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi
Ansharullah.
Kehadiran
mereka menegaskan dukungan pemerintah terhadap isu utama yang diangkat film: kerentanan
anak dan pentingnya peran Ayah dalam keluarga.
Dukungan ini mencapai puncaknya pada Nobar VIP di XXI Plaza Senayan (14 November) dan Nobar Regional di XXI Basko City Mall Padang (20 November),
yang masing-masing melibatkan jajaran pejabat, artis, dan Ikatan Keluarga
Minangkabau (IKM).
"Film
ini bukan hanya fiksi. Ini adalah cermin sosial yang harus kita pecahkan agar
semua melihat. Kehilangan Ayah (secara fisik maupun emosional) adalah akar
kerentanan yang membuat anak-anak seperti Nia menjadi korban. Kami hadir untuk
memastikan pesan ini sampai di meja kebijakan," ujar Aditya Gumay (Founder Smaradana Pro) dalam sambutannya.
Pesan Advokasi dan Keterlibatan Lembaga Kunci
Konferensi Pers (Prescon) "Kisah Nia adalah case study sempurna mengapa negara harus hadir lebih cepat. Kami mendesak masyarakat untuk tidak memilih diam. Gunakan tagar #HARIBERSAMAAYAH untuk membangun jembatan emosional yang hilang dalam keluarga Indonesia,"
Keunikan dan Sentuhan
Emosional
Gala Premiere ini semakin
mengharukan dengan:
1.
Opening Act Emosional: Tarian sambutan yang melibatkan 87 anak dan remaja (terbagi dalam dua
sesi) yang melambangkan suara anak-anak yang terabaikan.
2.
Penampilan OST: Penampilan
menyentuh dari Bulan Madhani (OST 1) yang menambah kedalaman emosional film.
3.
Usher Nia: Lima Usher berkostum khas Nia, seorang penjual gorengan, membagikan Goodie Bag (berisi voucher dan gorengan)
sebagai simbol perpisahan yang manis, namun memilukan.
"Nia
Kurniasari: Haruskah Aku Mati, Agar Ayah Kembali ?" akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 Desember
2025, bertepatan dengan momentum untuk membangun
kembali nilai keluarga yang hampir hilang. Kami mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk menyaksikan dan menjadi bagian dari gerakan ini, serta untuk
informasi mengenai film ini bisa follow sosmed IG/FB/Tiktok :
Film_nia_Kurniasari.
Narahubung Media :
Nama:
Devi / Wulan Kontak: +62 812-8927-8787
#FILMNIA #HARIBERSAMAAYAH #SuaraKeadilan
Redaksi Media : Pakar Popcorn (Rahman)
Komentar
Posting Komentar