Kasih Ibu yang Menggetarkan Jiwa dalam Jangan Panggil Mama Kafir
Film Jangan Panggil Mama Kafir mengisahkan tentang sebuah janji yang dihadapkan pada pilihan yang sangat berat.
Maria dan Fafat dipertemukan oleh takdir di sebuah gereja di malam Natal. Pertemuan itu membuat takdir keduanya berubah dan membawa keduanya pada hubungan beda agama.
Fafat harus berjuang meyakinkan ibunya bahwa wanita pilihannya itu adalah calon istrinya dan demi Maria, dia harus berani menentang ibunya sendiri.
Karena saling menyayangi, dua sejoli itu memutuskan untuk menikah dengan tetap mempertahankan keyakinan masing-masing.
Dalam sinopsis film Jangan Panggil Mama Kafir, kebahagiaan pasangan tersebut semakin lengkap ketika anak mereka, yang diberi nama Laila, lahir.
Namun, sayangnya, ujian besar terjadi ketika Laila masih belum genap berumur setahun, Fafat harus meninggal dalam suatu kecelakaan yang tidak pernah disangkanya.
Maria memutuskan untuk membesarkan anaknya seorang diri tetapi dengan ajaran Islam seperti yang dijanjikannya kepada Fafat.
Ibu Fafat, Ustadzah Habibah, melihat upaya menantunya tersebut dalam mendidik cucunya dengan ajaran Islam yang diajarkannya masih kurang. Oleh karena itu, dia ingin mendidik sendiri Laila sekaligus mengambil cucunya itu dari ibunya.
Demi mempertahankan anaknya, Maria harus berhadapan dengan dua pilihan, yakni menyerah atau melanjutkan perjuangannya. Satu hal yang pasti, dia tidak ingin mengorbankan keyakinannya selama ini.
Film ini menggaet Michelle Judith dan Giorgino Abraham sebagai pasangan berbeda agama. Berikut daftar pemerannya.
Giorgino Abraham
Elma Theana
Humaira Jahra
Indra Birowo
TJ Ruth
Gilbert Pattiruhu
Redaksi Media : Pakar Popcorn (Rahman)

Komentar
Posting Komentar